Sepuluh kalkulator buat seller Shopee dan TikTok Shop — hitung target ROAS, laba iklan, harga jual, sampai titik impas toko. Gratis, tanpa daftar, langsung pakai di halaman ini.
Semua hitungan berjalan di browser kamu — tidak ada data yang dikirim ke mana-mana.
Tahu dulu ROAS minimum yang harus dicapai iklanmu sebelum pasang target. Isi harga dan biaya per produk, tentukan target ACOS — halaman ini menghitung target ROAS dan laba per pesanan pada target itu.
Rumus: Target ROAS = 1 ÷ Target ACOS. Ruang iklan = harga jual − modal − fee − promosi − biaya lain. Kalau target ACOS lebih besar dari ACOS maksimum, target itu sendiri sudah rugi.
Dua panel terpisah per platform, plus ringkasan gabungan. Kolom pesanan, HPP, fee, dan komisi affiliate bersifat opsional — kosongkan kalau tidak dipakai.
HPP terisi, tapi jumlah pesanan kosong — biaya HPP tidak ikut dihitung ke dalam laba. Isi jumlah pesanan supaya laba bersihnya akurat.
HPP terisi, tapi jumlah pesanan kosong — biaya HPP tidak ikut dihitung ke dalam laba. Isi jumlah pesanan supaya laba bersihnya akurat.
Rumus: ROAS = GMV ÷ biaya iklan. Laba = GMV − iklan − (HPP × pesanan) − fee − komisi affiliate. Break-even ROAS = GMV ÷ budget iklan maksimum agar impas.
Tentukan harga jual dari HPP dan margin yang kamu mau — sudah memperhitungkan potongan fee marketplace, jadi marginmu tidak kemakan fee. Bisa juga arah sebaliknya: cek margin dari harga yang sudah kamu pasang.
Rumus mode pertama: harga jual = HPP ÷ (1 − margin% − fee%). Contoh terverifikasi: HPP Rp50.000, margin 20%, fee 10% → harga jual Rp71.429. Rumus mode kedua: potongan fee = harga jual × fee%; diterima = harga jual − potongan fee; laba = diterima − HPP; margin sebenarnya = laba ÷ harga jual × 100%. Contoh terverifikasi: HPP Rp50.000, harga jual Rp100.000, fee 5% → laba Rp45.000, margin 45%.
Hitung harga pokok per unit dari semua biaya produksi satu batch: bahan, upah, dan overhead. HPP yang benar adalah fondasi semua hitungan lain di halaman ini.
Rumus: HPP per unit = (bahan + upah + overhead) ÷ jumlah unit.
Sebelum ikut flash sale atau pasang voucher, cek dulu: setelah semua potongan bertumpuk, kamu masih untung atau diam-diam rugi?
Rumus: harga akhir = harga normal × (1 − diskon%) − voucher. Laba = harga akhir − HPP − fee − cashback. Contoh terverifikasi: Rp120.000 − 25% − voucher Rp5.000 = Rp85.000.
Balik hitungannya: dari target laba yang kamu mau, berapa unit yang harus terjual — total dan per hari?
Rumus: total unit = target laba ÷ laba per unit, dibulatkan ke atas. Unit per hari = total unit ÷ jumlah hari, juga dibulatkan ke atas. Omzet per hari dihitung dari unit per hari yang sudah dibulatkan ke atas itu, jadi omzet per hari × jumlah hari bisa lebih besar dari total omzet. Kalau kolom periode dikosongkan, dipakai 30 hari.
Berapa omzet minimum sebulan supaya tokomu tidak rugi? BEP menjawabnya dari biaya tetap dan margin kotor.
Rumus: BEP = biaya tetap ÷ margin kotor%. Mode hitung margin mengurangi fee marketplace bila diisi (kosong = 0%), jadi BEP-nya sudah setelah fee. Contoh terverifikasi: biaya tetap Rp3.000.000 dan margin 30% → impas di omzet Rp10.000.000 per bulan (± Rp333.333 per hari).
Jangan sampai kehabisan stok di tengah ramai, jangan juga numpuk barang mati. Hitung titik order ulang (reorder point) dari kecepatan jual dan waktu tunggu supplier.
Rumus: reorder point = (penjualan harian × lead time) + stok pengaman. Saran jumlah order, kalau stok di bawah reorder point, = (reorder point − stok saat ini) + (penjualan harian × lead time), supaya setelah order datang stok tidak langsung di bawah reorder point lagi. Contoh terverifikasi: reorder point 90 − stok 50 + 10 unit/hari × 7 hari = 110 unit.
Paket besar tapi ringan sering kena berat volume. Cek mana yang dipakai ekspedisi: berat asli atau berat volume — sebelum selisih ongkirnya kamu yang nanggung.
Rumus umum ekspedisi: berat volume = (panjang × lebar × tinggi) ÷ 6000. Yang ditagih adalah angka yang lebih besar, dibulatkan ke atas ke kg berikutnya. Contoh terverifikasi: 40 × 30 × 20 cm → berat volume 4 kg.
Nilai kelengkapan listingmu sebelum tayang. Ketuk tiap item yang sudah beres — skor naik seiring kelengkapan. Di bawahnya ada penghitung karakter untuk judul produk.
Judul yang efektif umumnya padat dan langsung memuat kata kunci utama di bagian awal — bukan dijejali pengulangan kata.
Halaman ini versi gratisnya. Paket Tools Seller Komplit berisi 14 tool dalam bentuk file yang kamu pegang sendiri — bisa dibuka offline, tanpa internet, tanpa langganan:
Harga peluncuran Rp50.000 — sekali bayar
Lihat Paket Lengkap di LynkAlat bantu hitung untuk seller — bukan jaminan keuntungan. Hasil tetap tergantung produk, harga, dan eksekusimu.
Banyak seller pasang iklan dulu, baru bingung kenapa boncos. Padahal ada satu angka yang harus dihitung dulu sebelum pasang target: target ROAS. Artikel ini jelasin cara hitungnya pakai contoh nyata, dan kamu bisa langsung coba di Kalkulator Target ROAS di situs ini.
ROAS = penjualan yang dihasilkan iklan, dibagi biaya iklan. Kalau kamu keluar Rp20.000 buat iklan dan dapat penjualan Rp100.000, ROAS-nya 5×. Angka ini aja belum cukup, karena belum dikurangi modal, fee, dan biaya lain. Makanya perlu target ROAS dan titik impasnya.
Target ROAS = 1 ÷ target ACOS. ACOS itu persentase biaya iklan dari penjualan yang kamu targetkan. Kalau target ACOS 20%, target ROAS-nya 1 ÷ 20% = 5×. ACOS maksimum (titik impas) = (harga jual − modal − fee − promosi − biaya lain) ÷ harga jual. Kalau target ACOS kamu lebih besar dari ACOS maksimum, target itu sendiri sudah rugi, sebelum iklan jalan.
Harga jual Rp100.000, modal Rp50.000, fee 10% (Rp10.000), promosi Rp0, biaya lain Rp0. Ruang iklan = Rp100.000 − Rp50.000 − Rp10.000 = Rp40.000. ACOS maksimum = Rp40.000 ÷ Rp100.000 = 40%. Kalau kamu pasang target ACOS 20%, target ROAS = 5×, budget iklan per pesanan = Rp20.000, laba per pesanan pada target itu = Rp20.000. Coba sendiri angkanya di Kalkulator Target ROAS, ganti harga, modal, dan fee sesuai tokomu, karena fee tiap kategori beda, nggak ada angka baku.
Hitung dulu target ROAS dan titik impasnya, baru pasang target iklan. Kalau mau hitung lengkap untuk Shopee dan TikTok sekaligus, pakai Kalkulator GMV, Iklan & ROAS di situs ini, dan kalau mau versi file-nya, ada Paket Tools Seller Komplit di Lynk seharga Rp50.000 sekali bayar. Alat bantu hitung ini bukan jaminan keuntungan.
Banyak seller nentuin harga dari harga pasaran, bukan dari HPP. Akibatnya kelihatan laku, tapi setelah dipotong fee dan biaya lain, ternyata tipis atau rugi.
HPP itu total biaya buat bikin atau nyiapin satu produk: bahan + upah + overhead, dibagi jumlah unit. Contoh: bahan Rp1.000.000, upah Rp500.000, overhead Rp500.000, jadi 100 unit. Total Rp2.000.000, HPP per unit Rp20.000, rinciannya bahan Rp10.000, upah Rp5.000, overhead Rp5.000.
Setelah HPP ketemu, baru tentuin harga jual. Harga jual harus nutup HPP, fee marketplace, dan masih sisa margin. Contoh di Kalkulator Harga Jual: HPP Rp50.000, margin 20%, fee 10%, harga jual jadi Rp71.429, fee Rp7.143, diterima Rp64.286, laba Rp14.286. Kalau harga jual cuma Rp60.000, setelah fee Rp6.000, sisanya Rp54.000, cuma Rp4.000 di atas HPP, belum dipotong biaya lain, gampang rugi.
Coba sendiri di Kalkulator HPP dan Kalkulator Harga Jual di situs ini, pakai angka tokomu sendiri, bukan angka contoh. Alat bantu hitung ini bukan jaminan keuntungan.
BEP itu titik di mana toko impas, nggak untung nggak rugi. Rumusnya: omzet impas = biaya tetap per bulan ÷ margin kotor. Contoh: biaya tetap Rp3.000.000 per bulan, margin kotor 30%, omzet impas = Rp10.000.000 per bulan, atau Rp333.333 per hari.
Artinya kalau omzet sebulan masih di bawah Rp10.000.000 dengan margin dan biaya tetap itu, toko masih rugi, walau orderan kelihatan ramai. Kalau sudah lewat Rp10.000.000, sisanya baru mulai jadi laba, sebelum dipotong biaya variabel lain yang belum masuk hitungan.
Coba sendiri di Kalkulator BEP Toko di situs ini, masukin biaya tetap dan margin tokomu, terus bandingin sama omzet bulananmu sekarang. Alat bantu hitung ini bukan jaminan keuntungan.
Banyak seller baru sadar stok habis pas orderan lagi rame. Di sisi lain, nyetok kebanyakan juga bikin modal ngendap di gudang. Jalan tengahnya itu stok aman, atau reorder point (ROP), titik di mana kamu harus order lagi sebelum stok benar-benar habis.
ROP = penjualan per hari × lead time + stok pengaman. Lead time itu waktu dari order ke supplier sampai barang sampai. Stok pengaman itu cadangan buat jaga-jaga kalau penjualan mendadak naik atau pengiriman telat.
Toko jual 10 unit per hari, lead time supplier 7 hari, stok pengaman 20 unit, stok sekarang 50 unit. Hitungannya: 10 × 7 = 70, plus pengaman 20, jadi ROP-nya 90 unit. Stok sekarang 50 unit itu sudah di bawah ROP, dan cuma cukup buat 5 hari. Selisihnya minus 40, saran ordernya 110 unit, biar stok balik aman sampai kiriman berikutnya datang.
Coba hitung stok tokomu sendiri di Kalkulator Stok & Reorder di situs ini, masukin penjualan harian, lead time, dan stok sekarang, nanti ROP sama saran ordernya keluar otomatis. Alat bantu hitung ini bukan jaminan keuntungan.
Diskon itu bukan sekadar potong harga, tapi potong laba juga. Banyak seller bikin promo biar laris, tapi setelah dipotong fee dan voucher, ternyata labanya tipis atau malah rugi.
Harga 100.000, HPP 50.000, fee 10%, diskon 20% plus voucher 5.000, harga akhir 75.000, laba sisa 17.500. Kalau diskonnya kebesaran tanpa hitung fee dan HPP, yang kelihatan laris ternyata tipis atau rugi.
Coba sendiri di Kalkulator Diskon & Promo di situs ini, pakai angka tokomu sendiri, bukan angka contoh. Alat bantu hitung ini bukan jaminan keuntungan.
Target penjualan itu bukan tebak-tebakan, tapi laba yang mau dicapai dibagi laba per unit. Kalau targetnya cuma omzet tanpa laba, ujung-ujungnya bisa ramai tapi nggak untung.
Target laba 1.000.000, laba per unit 20.000, harga 100.000, dalam 30 hari, butuh 50 unit, atau 2 unit per hari, omzet 5.000.000. Kalau target hariannya nggak ketemu, kelihatan dari awal, bukan di akhir bulan baru sadar.
Coba sendiri di Kalkulator Target Penjualan di situs ini, masukin target laba dan laba per unit tokomu. Alat bantu hitung ini bukan jaminan keuntungan.
GMV itu total nilai barang yang terjual (harga × jumlah pesanan), sebelum dipotong fee, diskon yang ditanggung seller, dan biaya lain. GMV besar belum tentu untung — yang menentukan untung adalah GMV dikurangi semua biaya, lalu dibandingkan dengan biaya iklannya lewat ROAS.
GMV menjawab "berapa nilai barang yang laku". Omzet bersih menjawab "berapa yang benar-benar diterima setelah potongan". Laba menjawab "berapa yang tersisa setelah semua biaya, termasuk HPP, fee, dan iklan". Seller yang cuma mengejar GMV bisa kelihatan ramai tapi tipis, karena biaya iklan dan fee ikut membesar seiring GMV.
ROAS = GMV ÷ biaya iklan. ACOS = biaya iklan ÷ GMV × 100%. Keduanya adalah dua sisi angka yang sama: ROAS 5× sama dengan ACOS 20%. Untuk gabungan dua marketplace, GMV dan biaya iklan dijumlah dulu, baru dibagi — jangan rata-rata ROAS kedua toko begitu saja, karena toko yang GMV-nya lebih besar harus berbobot lebih besar.
Shopee: GMV Rp5.000.000, biaya iklan Rp500.000 → ROAS 10×, ACOS 10%. TikTok: GMV Rp3.000.000, biaya iklan Rp600.000 → ROAS 5×, ACOS 20%. Gabungan: GMV Rp8.000.000, biaya iklan Rp1.100.000 → ROAS 7,27× (8.000.000 ÷ 1.100.000), ACOS 13,75%. Perhatikan: ROAS gabungan 7,27× bukan rata-rata 10× dan 5× (7,5×), karena bobot Shopee lebih besar. Coba sendiri angkanya di Kalkulator GMV, Iklan & ROAS, masukkan GMV dan biaya iklan per marketplace, dan perhatikan juga kolom laba — ROAS tinggi tapi laba negatif tetap berarti rugi.
Coba sendiri di Kalkulator GMV, Iklan & ROAS di situs ini. Alat bantu hitung ini bukan jaminan keuntungan.
Harga jual yang benar bukan harga pasaran ditambah untung kira-kira, tapi harga yang setelah dipotong fee marketplace masih menutup HPP dan menyisakan margin yang diinginkan. Fee dihitung dari harga jual, bukan dari HPP — itulah kenapa menaikkan harga sedikit tidak selalu menaikkan laba sebesar itu juga.
Harga jual = HPP ÷ (1 − margin yang diinginkan − fee marketplace). Margin di sini adalah margin dari harga jual, bukan markup dari HPP. Kalau margin + fee sudah 100% atau lebih, tidak ada harga yang bisa menutup keduanya — harga harus diubah strateginya, bukan dipaksakan.
HPP Rp40.000, margin yang diinginkan 25%, fee marketplace 8%. Harga jual = 40.000 ÷ (1 − 0,25 − 0,08) = 40.000 ÷ 0,67 = Rp59.701. Fee yang dipotong = 8% × 59.701 = Rp4.776. Diterima setelah fee = Rp54.925. Laba per produk = 54.925 − 40.000 = Rp14.925, dan 14.925 ÷ 59.701 = 25%, tepat sesuai margin yang ditargetkan. Coba sendiri di Kalkulator Harga Jual + Fee: mode pertama untuk mencari harga dari HPP dan margin, mode kedua untuk mengecek margin dari harga yang sudah dipasang.
Coba sendiri di Kalkulator Harga Jual + Fee di situs ini, pakai HPP, margin, dan fee kategori tokomu sendiri. Alat bantu hitung ini bukan jaminan keuntungan.
Ekspedisi menagih paket berdasarkan angka yang lebih besar antara berat asli dan berat volume. Paket besar tapi ringan adalah kasus paling sering bikin seller nombok: ongkir yang dibayar pembeli dihitung dari berat asli, sementara ekspedisi menagih dari berat volume.
Berat volume = (panjang × lebar × tinggi dalam cm) ÷ 6000. Berat yang ditagih = angka yang lebih besar antara berat asli dan berat volume, dibulatkan ke atas ke kilogram berikutnya. Pembagi 6000 adalah rumus umum yang dipakai kalkulator di situs ini; ekspedisi tertentu bisa memakai ketentuan berbeda, jadi cek ketentuan ekspedisi yang kamu pakai sebelum menetapkan ongkir.
Paket 40 × 30 × 20 cm, berat asli 1 kg. Volume = 24.000 cm³. Berat volume = 24.000 ÷ 6000 = 4 kg. Yang ditagih = 4 kg, selisihnya +3 kg dari berat asli. Kalau kemasan diperkecil jadi 30 × 20 × 15 cm, volumenya 9.000 cm³, berat volumenya 1,5 kg, yang ditagih dibulatkan jadi 2 kg — selisihnya turun dari 3 kg menjadi 1 kg. Satu perubahan kemasan bisa mengubah ongkir yang ditagih, tanpa mengubah produknya. Coba sendiri di Kalkulator Ongkir Volumetrik, masukkan ukuran dan berat asli paketmu.
Coba sendiri di Kalkulator Ongkir Volumetrik di situs ini. Alat bantu hitung ini bukan jaminan keuntungan.
Listing yang lengkap bukan soal bagus-bagusan, tapi soal tidak adanya alasan bagi pembeli untuk ragu atau bagi pencarian untuk melewatkan produkmu. Enam hal di bawah ini adalah yang dicek Kalkulator Checklist Skor Listing di situs ini — kalau satu saja kosong, skornya tidak akan 100%.
Buka Kalkulator Checklist Skor Listing, ketuk tiap item yang sudah beres, dan lihat skornya naik. Kalau 4 dari 6 item beres, skornya 67% — dan dua item yang belum beres itulah yang harus dikerjakan dulu, bukan menambah foto atau kata kunci lagi. Di bawah checklist ada penghitung karakter judul: tempel judulmu, lihat jumlah karakternya, dan pastikan kata kunci utama ada di awal, bukan di akhir setelah deretan kata pengisi.
Coba sendiri di Kalkulator Checklist Skor Listing di situs ini, centang satu per satu dan perbaiki item yang masih kosong sebelum produk tayang. Alat bantu hitung ini bukan jaminan keuntungan.
Judul produk bukan tempat pamer kata sifat, tapi tempat kata kunci utama bertemu pembeli yang sedang mencari. Formula yang dipakai di artikel ini: kata kunci utama + produk + manfaat atau pembeda utama + varian, dengan kata kunci utama di awal judul, bukan di akhir.
Contoh di atas adalah contoh penulisan, bukan janji penjualan naik. Cek juga Kalkulator Checklist Skor Listing di situs ini — judul yang memuat kata kunci utama adalah item pertama di checklist itu. Alat bantu hitung ini bukan jaminan keuntungan.
Foto yang bagus bukan soal kamera mahal, tapi soal cahaya, latar, dan kejujuran warna. Tiga hal itu bisa dilakukan pakai HP yang sudah ada.
Foto di dekat jendela pada pagi atau sore hari, cahaya datang dari samping produk, bukan dari belakang. Lampu ruangan yang kuning dari atas saja membuat warna produk berubah dan bayangan jatuh di tengah produk.
Kertas putih, kain polos, atau dinding polos. Latar yang ramai membuat mata pembeli pindah dari produk ke barang lain di foto.
Foto utama: produk penuh, tegak, tidak terpotong, latar polos. Foto pendukung: produk dipakai, detail bahan atau jahitan dari dekat, ukuran dibandingkan dengan benda yang sudah dikenal (misalnya telapak tangan atau koin), dan isi paket yang diterima pembeli.
Terangkan sedikit dan rapikan saja. Kalau warna di foto beda jauh dari warna asli, pembeli merasa ditipu saat barang datang, dan itu berujung ke ulasan buruk atau retur.
Sebelum tayang, buka foto di layar kecil dan lihat apakah produk masih jelas dari jarak satu lengan. Kalau produknya kecil dan latarnya ramai, di layar kecil produk itu hilang.
Sebelum: kaos difoto di atas kasur, latar sprei motif, cahaya lampu kamar, warna kaos terlihat kekuningan. Sesudah: kaos yang sama digantung di dinding putih dekat jendela pagi hari, satu foto penuh, satu foto detail bahan dari dekat, satu foto kaos dipakai. Warna yang terlihat sama dengan warna aslinya. Ini contoh penataan, bukan janji penjualan naik.
Deskripsi yang bagus bukan yang paling panjang, tapi yang paling cepat menjawab: ini produk apa, ukurannya berapa, isinya apa, dan apa yang harus pembeli cek sebelum beli.
Bukan "Selamat datang di toko kami", tapi langsung: produk ini apa, untuk siapa, dan apa bedanya. Pembeli memutuskan dalam beberapa detik pertama apakah ia lanjut membaca atau pergi.
Bahan, ukuran, isi paket, dan cara pakai ditulis per baris. Pembeli yang mencari satu info (misalnya ukuran) harus bisa menemukannya tanpa membaca seluruh deskripsi.
Misalnya: bahan ini tidak boleh dicuci air panas, atau ukuran ini tidak cocok untuk tinggi di atas sekian. Kejujuran seperti ini mengurangi pertanyaan berulang dan mengurangi kecewa saat barang datang.
Satu kalimat penutup yang jelas, misalnya mengingatkan pembeli untuk cek varian dan ukuran sebelum checkout. Terlalu banyak ajakan membuat pembeli bingung dan malah pergi.
Sebelum: "Tas bagus banget, bahan premium, cocok buat semua acara, buruan order, stok terbatas, jangan sampai kehabisan, kami jamin puas." Sesudah: "Tas selempang kulit sintetis, muat HP dan dompet, tali bisa diatur panjangnya. Isi paket: 1 tas. Bahan tidak boleh dicuci mesin. Cek varian warna sebelum checkout." Alasan: versi sesudah memberi info yang bisa dicek pembeli (bahan, isi, perawatan), sedangkan versi sebelum hanya berisi pujian yang tidak bisa dibuktikan. Ini contoh penulisan, bukan janji penjualan naik.
Hand by Han adalah situs kalkulator gratis untuk seller Shopee dan TikTok Shop, dibuat oleh Han. Halaman ini menyediakan 10 kalkulator gratis: Target ROAS, GMV, Iklan & ROAS, Harga Jual + Fee, HPP, Diskon & Promo, Target Penjualan, BEP Toko, Stok & Reorder, Ongkir Volumetrik, dan Checklist Skor Listing.
Semua kalkulator di halaman ini gratis dipakai, tanpa daftar, dan semua hitungan berjalan di browser pengunjung — tidak ada data yang dikirim ke mana-mana dari kalkulator ini. Hasil kalkulator adalah alat bantu hitung, bukan jaminan keuntungan. Hasil tetap tergantung produk, harga, dan eksekusi masing-masing seller.
Versi lengkapnya, Paket Tools Seller Komplit, dijual terpisah di Lynk: lynk.id/hantools, harga Rp50.000 sekali bayar, berisi 14 tool dalam bentuk file yang bisa dibuka offline.
Untuk pertanyaan, saran, atau laporan masalah di situs ini, hubungi kami lewat email:
Bot Hana di pojok kanan bawah hanya menjawab pertanyaan dari daftar FAQ yang sudah disetujui. Pertanyaan di luar daftar itu bisa dikirim lewat email di atas.
Situs ini adalah halaman statis. Kalkulator di halaman ini menghitung langsung di browser pengunjung dan tidak mengirim data input pengunjung ke server kami. Situs ini tidak meminta nama, alamat, nomor telepon, atau data pembayaran di halaman kalkulator.
Pengunjung yang mengklik tautan ke Lynk akan berpindah ke situs Lynk, dan pembelian Paket Tools Seller Komplit diproses oleh Lynk sesuai kebijakan Lynk sendiri. Situs ini tidak menerima atau menyimpan data pembayaran pengunjung.
Pengunjung yang menghubungi kami lewat email memberikan alamat emailnya sendiri untuk keperluan membalas pesan tersebut. Kami tidak membagikan alamat email tersebut ke pihak lain, kecuali jika diwajibkan oleh hukum.
Jika ada perubahan pada kebijakan ini, halaman ini akan diperbarui. Pertanyaan soal kebijakan ini bisa dikirim ke handbyhan@proton.me.
Halo, aku Hana! Mau tanya apa soal kalkulator atau paketnya? Pilih pertanyaan di bawah ya.
Bot FAQ Hand by Han, bukan manusia dan bukan Raina. Hana hanya menjawab dari daftar pertanyaan yang sudah disetujui.