Cara Menghitung Diskon 10%, 20%, 30%, 50% (+ Kalkulator Diskon Penjual: Diskon → Untung Bersih)
Dicek 31 Oktober 2026. Halaman ini ditulis dari sudut penjual, bukan pembeli: diskon bukan sekadar potong harga, tapi potong laba — setelah dikurangi HPP dan fee marketplace. Tarif fee Shopee yang dipakai pada contoh di halaman ini berasal dari Pusat Edukasi Penjual Shopee (artikel 15965, 31-07-2026; lihat tabel tarif di halaman Biaya Admin Shopee).
Catatan: hasil kalkulator mengikuti angka yang kamu masukkan — HPP dan fee yang salah menghasilkan laba yang salah. Fee marketplace dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan marketplace. Alat bantu hitung ini bukan jaminan keuntungan.
Jawaban cepat: harga setelah diskon = harga awal × (1 − %diskon). Diskon 30% dari Rp100.000 = Rp30.000, jadi harga akhirnya Rp70.000. Tapi bagi penjual, Rp70.000 itu belum laba: kurangi dulu HPP dan fee marketplace. Di contoh halaman ini, produk Rp100.000 dengan HPP Rp60.000 yang didiskon 30% hanya menyisakan laba Rp4.225 setelah fee Shopee 8,25% — diskon yang "terlihat ramai" bisa hampir tidak untung.
Kalkulator Diskon Penjual
Isi harga awal dan persen diskonmu. Tambahkan diskon kedua atau voucher bila ada, lalu isi HPP dan fee bila mau melihat laba bersih dan batas diskon maksimal. Gratis, tanpa daftar, dihitung di browser pengunjung.
Klik preset atau isi sendiri (0–100%).
Misalnya voucher persenan toko atau diskon bertingkat. Diterapkan berurutan, bukan dijumlahkan (lihat rumus di bawah).
Voucher nominal yang ditanggung penjual, dipotong setelah kedua diskon persen.
Bila diisi, kalkulator menampilkan laba bersih, margin, dan batas diskon maksimal.
Fee persen dihitung dari harga akhir setelah semua diskon dan voucher — sama seperti rumus resmi biaya admin Shopee: (harga asli − diskon/voucher yang ditanggung penjual) × persentase.
Misalnya biaya proses pesanan Rp1.250 per pesanan (untuk 1 unit). Bisa diisi bersamaan dengan fee persen.
Urutan hitung kalkulator ini: (1) harga awal × (1 − diskon pertama); (2) hasilnya × (1 − diskon kedua, bila ada); (3) dikurangi voucher Rp, bila ada — itulah harga akhir; (4) fee persen dihitung dari harga akhir itu, ditambah fee tetap; (5) laba bersih = harga akhir − HPP − seluruh fee. Margin = laba bersih ÷ harga akhir × 100%. Batas diskon maksimal (bila HPP diisi) dihitung dari titik impas: harga akhir setelah diskon harus cukup menutup HPP + fee.
Rumus Diskon (3 Baris)
- Harga akhir = Harga awal × (1 − %diskon). Contoh: Rp100.000 × (1 − 30%) = Rp100.000 × 0,70 = Rp70.000.
- Besar diskon = Harga awal × %diskon. Contoh: Rp100.000 × 30% = Rp30.000.
- Diskon ganda = berurutan, BUKAN dijumlahkan: Harga akhir = Harga awal × (1 − d1) × (1 − d2). Diskon 20% lalu 10% bukan 30%: Rp100.000 × 0,80 × 0,90 = Rp72.000, total potongan Rp28.000 — bukan Rp70.000. Kesalahan "20% + 10% = 30%" ini membuat penjual memberi potongan lebih kecil dari yang dikira pembeli, atau sebaliknya meremehkan sisa laba.
Tabel Cepat: Harga Akhir untuk 10%, 20%, 30%, 50%
Baca baris sesuai harga awal produkmu, kolom sesuai persen diskon. Angka di dalam kurung adalah besar potongannya.
| Harga awal | Diskon 10% | Diskon 20% | Diskon 30% | Diskon 50% |
|---|---|---|---|---|
| Rp50.000 | Rp45.000 (Rp5.000) | Rp40.000 (Rp10.000) | Rp35.000 (Rp15.000) | Rp25.000 (Rp25.000) |
| Rp100.000 | Rp90.000 (Rp10.000) | Rp80.000 (Rp20.000) | Rp70.000 (Rp30.000) | Rp50.000 (Rp50.000) |
| Rp200.000 | Rp180.000 (Rp20.000) | Rp160.000 (Rp40.000) | Rp140.000 (Rp60.000) | Rp100.000 (Rp100.000) |
Cek satu baris: Rp200.000 × (1 − 30%) = Rp200.000 × 0,70 = Rp140.000, potongan Rp60.000. Tabel ini hanya harga akhir — laba baru ketahuan setelah dikurangi HPP dan fee (lihat contoh penjual di bawah).
Contoh yang Dikerjakan
Contoh penjual 1: diskon 30 persen — produk Rp100.000, HPP Rp60.000
- Harga setelah diskon 30% = Rp100.000 × (1 − 30%) = Rp100.000 × 0,70 = Rp70.000. Besar diskon = Rp30.000.
- Fee Shopee 8,25% (tarif resmi subkategori Atasan Pakaian Wanita, Non-Star/Star) = Rp70.000 × 8,25% = Rp5.775. Fee dihitung dari harga setelah diskon, bukan dari Rp100.000.
- Laba bersih = Rp70.000 − Rp60.000 (HPP) − Rp5.775 (fee) = Rp4.225.
- Margin = Rp4.225 ÷ Rp70.000 × 100% = 6,04%.
Pelajaran: diskon 30% terlihat "ramai", tapi dari harga Rp100.000 yang tersisa sebagai laba hanya Rp4.225. Tanpa fee pun batasnya tipis: 1 − Rp60.000 ÷ Rp100.000 = 40% adalah batas diskon maksimal tanpa fee; dengan fee 8,25%, batasnya turun menjadi 34,60% (lihat rumus batas di bawah). Diskon 30% masih untung — tapi hanya selisih 4,60 poin dari titik impas.
Contoh penjual 2: diskon ganda — diskon toko 20% + diskon kedua 10%
- Harga setelah diskon pertama = Rp100.000 × (1 − 20%) = Rp80.000.
- Harga setelah diskon kedua = Rp80.000 × (1 − 10%) = Rp72.000 — bukan Rp70.000. Total potongan = Rp100.000 − Rp72.000 = Rp28.000 (bukan Rp30.000).
- Fee Shopee 8,25% = Rp72.000 × 8,25% = Rp5.940.
- Dengan HPP Rp60.000: laba bersih = Rp72.000 − Rp60.000 − Rp5.940 = Rp6.060; margin = Rp6.060 ÷ Rp72.000 × 100% = 8,42%.
Menariknya, diskon ganda 20% + 10% ini justru menyisakan laba lebih besar (Rp6.060) daripada diskon tunggal 30% (Rp4.225) — karena total potongannya memang lebih kecil (28% efektif, bukan 30%). Jangan samakan keduanya saat memasang promo bertingkat.
Contoh penjual 3: diskon baju — kemeja Rp150.000 diskon 50 persen, HPP Rp60.000
- Harga setelah diskon 50% = Rp150.000 × (1 − 50%) = Rp75.000. Besar diskon = Rp75.000.
- Fee Shopee 8,25% = Rp75.000 × 8,25% = Rp6.187,50.
- Laba bersih = Rp75.000 − Rp60.000 − Rp6.187,50 = Rp8.812,50; margin = Rp8.812,50 ÷ Rp75.000 × 100% = 11,75%.
Diskon 50% untuk baju tidak otomatis rugi — kuncinya rasio HPP terhadap harga awal. Di sini HPP hanya 40% dari harga awal (Rp60.000 ÷ Rp150.000), sehingga setengah harga masih menyisakan laba. Bandingkan dengan contoh 1, di mana HPP sudah 60% dari harga awal sehingga diskon 30% saja hampir menghabiskan laba. Sebelum pasang "diskon baju 50%", hitung dulu rasio HPP-mu, bukan ikut-ikutan toko sebelah.
Contoh penjual 4: diskon + voucher — harga Rp100.000, HPP Rp50.000, fee 10%, diskon 20% + voucher Rp5.000
- Harga setelah diskon 20% = Rp100.000 × 0,80 = Rp80.000.
- Setelah voucher Rp5.000 = Rp80.000 − Rp5.000 = Rp75.000. Total potongan = Rp100.000 − Rp75.000 = Rp25.000.
- Fee 10% = Rp75.000 × 10% = Rp7.500 (dihitung dari harga setelah diskon dan voucher).
- Laba bersih = Rp75.000 − Rp50.000 − Rp7.500 = Rp17.500; margin = Rp17.500 ÷ Rp75.000 × 100% = 23,33%.
Ini contoh klasik kenapa voucher tidak boleh dilupakan: tanpa voucher, labanya Rp22.000 (Rp80.000 − Rp50.000 − Rp8.000); voucher Rp5.000 memotong laba Rp4.500 lagi lewat pengurangan fee — total laba turun menjadi Rp17.500. Kecil? Tidak, tapi harus dihitung, bukan dikira-kira.
Contoh pembeli: cara cepat menghitung diskon 30 persen di kepala
Ambil 10% dulu, lalu kalikan 3. Untuk Rp100.000: 10% = Rp10.000, jadi 30% = Rp10.000 × 3 = Rp30.000, harga akhir Rp70.000. Cara yang sama berlaku untuk 20% (10% × 2) dan 50% (setengah harga). Trik ini berguna saat belanja, tapi kalau kamu penjual, jangan berhenti di sini — lanjutkan ke HPP dan fee seperti contoh 1–4 di atas.
Diskon vs Cashback vs Voucher: Mana yang Memotong dari Mana
- Diskon persen (toko): memotong harga produk langsung. Harga yang dibayar pembeli turun, dan fee marketplace dihitung dari harga yang sudah turun ini.
- Voucher nominal (Rp): memotong harga dalam rupiah tetap, setelah diskon persen. Bila voucher ditanggung penjual, ia juga mengurangi dasar hitung fee — seperti contoh 4 di atas.
- Cashback: umumnya dikembalikan ke pembeli setelah transaksi (misalnya sebagai koin atau saldo), bukan memotong harga di struk. Jangan mencampurnya dengan diskon saat menghitung laba per pesanan, kecuali cashback itu memang dipotong dari danamu sebagai penjual — cek syarat programnya.
Aturan praktisnya: apa pun yang mengurangi uang yang kamu terima dari satu pesanan, masukkan ke hitungan laba. Apa pun yang ditanggung marketplace sepenuhnya, jangan ikut dihitung sebagai biaya.
Kapan Diskon Merugikan: Batas Diskon Maksimal
Rumus titik impas tanpa fee persen: diskon maksimal = 1 − (HPP + fee tetap) ÷ harga awal. Di atas persen itu, setiap penjualan merugi (laba nol atau negatif) sebelum biaya lain-lain. Bila ada fee persen, kalkulator di atas memakai rumus lengkapnya: diskon maksimal = 1 − (HPP + fee tetap) ÷ (harga awal × (1 − fee persen)) — karena fee persen ikut mengecil saat harga turun.
Contoh: produk Rp100.000, HPP Rp60.000, tanpa fee: diskon maksimal = 1 − Rp60.000 ÷ Rp100.000 = 1 − 0,60 = 40%. Diskon 40% tepat impas (laba Rp0); diskon 41% sudah rugi Rp1.000 per unit sebelum fee. Dengan fee Shopee 8,25%, batasnya turun menjadi 1 − Rp60.000 ÷ (Rp100.000 × 0,9175) = 1 − 0,65395 = 34,60%. Jadi aturan "diskon maksimal 40%" yang dihitung tanpa fee akan menyesatkan bila tokomu kena fee — pakai kalkulator di atas dengan fee terisi untuk angka yang benar.
Kesalahan umum lainnya: diskon ikut-ikutan tanpa menghitung modal dan fee dulu; lupa bahwa fee dihitung dari harga setelah diskon; dan menumpuk voucher tanpa batas sehingga potongannya berlapis tanpa sadar.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Bagaimana cara menghitung diskon 30 persen?
Kalikan harga awal dengan 30%, lalu kurangkan dari harga awal — atau langsung kalikan dengan 0,70. Contoh: Rp100.000 × 30% = Rp30.000 potongan, harga akhir Rp70.000. Cara cepat di kepala: 10% × 3 (Rp10.000 × 3 = Rp30.000).
Apakah diskon dihitung dari harga coret atau harga asli?
Dari harga yang tercantum sebelum diskon itu — yang sering ditulis sebagai harga coret. Yang penting bagi penjual: fee marketplace dihitung dari harga setelah diskon (dan setelah voucher yang ditanggung penjual), bukan dari harga coret. Jadi harga coret yang digelembungkan tidak menambah fee, tapi bisa menyesatkan perhitungan labamu sendiri bila kamu mengira harga coret itu harga jual riil.
Bagaimana cara menghitung diskon bertingkat (diskon ganda)?
Terapkan satu per satu secara berurutan: harga × (1 − d1) × (1 − d2). Diskon 20% lalu 10% dari Rp100.000 = Rp72.000, bukan Rp70.000. Jangan menjumlahkan persennya (20% + 10% ≠ 30% efektif; efektifnya 28%).
Berapa diskon maksimal agar tetap untung?
Diskon maksimal = 1 − (HPP + fee) ÷ harga awal (tanpa fee persen). Contoh: harga Rp100.000, HPP Rp60.000, tanpa fee → maksimal 40%. Dengan fee persen, batasnya lebih rendah — untuk fee 8,25% batasnya 34,60%. Isi HPP dan fee di kalkulator di atas untuk batas tokomu sendiri; jangan memakai angka contoh sebagai patokan tokomu.
Apakah fee Shopee dihitung dari harga setelah diskon?
Ya. Rumus resmi (Pusat Edukasi Penjual Shopee, artikel 7187): biaya administrasi final = (harga asli produk − diskon produk dan/atau voucher diskon yang ditanggung penjual) × persentase. Detail tarif per subkategori ada di halaman Biaya Admin Shopee.
Diskon besar vs margin: mana yang harus diprioritaskan?
Margin yang menjaga tokomu hidup. Diskon menaikkan volume, tapi setiap persen diskon memotong laba per unit secara langsung — sedangkan biaya tetap tokomu (kemasan, admin, retur) tidak ikut turun. Patokan praktis: tetapkan dulu margin minimum yang harus tersisa per unit (misalnya untuk menutup biaya operasional), lalu hitung mundur diskon maksimal dari margin itu dengan kalkulator di atas. Diskon yang ramai tapi labanya negatif hanya memindahkan kerugian dari gudang ke laporan keuangan.
Voucher ditambah diskon: bagaimana hitungnya?
Diskon persen dulu, baru kurangi voucher nominal: harga akhir = harga awal × (1 − d1) × (1 − d2) − voucher Rp. Contoh: Rp100.000, diskon 20%, voucher Rp5.000 → Rp80.000 − Rp5.000 = Rp75.000. Fee kemudian dihitung dari Rp75.000 itu.
Kalkulator Terkait
Lanjutkan alur hitung tokomu: Cara Menghitung HPP (pastikan HPP per unitmu benar sebelum pasang diskon), Cara Menentukan Harga Jual (harga jual yang sudah memperhitungkan fee dan rencana diskon), Biaya Admin Shopee (tarif fee per subkategori), dan Kalkulator Shopee (struk lengkap per pesanan). Atau kembali ke kalkulator gratis di beranda Hand by Han — 10 kalkulator seller gratis, tanpa daftar, dihitung di browser pengunjung.